Rabu, 08 Juli 2009

Paparan Pestisida Picu Keguguran

Sumber : Jawa Pos, 1 Juli 2008 - PP-PDPI 05/07/08

Wanita yang lingkungannya terpapar bahan kimia beracun seperti pestisida atau cenderung lebih rentan mengalami keguguran. Hasil penelitian di ladang bawang dengan frekuensi penyemprotan pestisida sangat tinggi menunjukkan, perempuan di tempat tersebut memiliki resiko keguguran 79 persen lebih tinggi daripada perempuan yang bekerja di ladang lain.

Temuan ini merupakan kesimpulan disertasi dr Astrid W Sulistomo dalam sidang terbuka promosi doktornya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Selasa (8/7) kemarin. Penelitian Astrid yang melibatkan 612 responden di sentra pertanian Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berlangsung antara April-November 2007. Dalam penelitiannya, ia menggunakan metode skoring untuk menilai intensitas paparan pestisida terhadap perempuan petani di Brebes.

Saat ini, pestisida digunakan secara luas di Indonesia, khususnya di sektor pertanian. Perempuan yang tinggal atau bekerja di area pertanian beresiko tinggi terpapar pestisida. Rendahnya pendidikan petani dan kurangnya pengetahuan tentang risiko terpapar pestisida meningkatkan resiko gangguan kesehatan reproduksi, termasuk abortus spontan alias keguguran.

Dengan menggunakan metode skoring, didapati bahwa semprotan pestisida yang tinggi meningkatkan resiko keguguran di antara petani perempuan hingga 3,57 kali lipat. Namun cara kerja yang aman, seperti menghindari saat penyemprotan di ladang, cuci tangan dan ganti baju segera setelah bekerja di ladang dapat menurunkan risiko keguguran.

Menurut promotor sekaligus Guru Besar Obstetri dan Ginekologi FKUI Prof Gulardi Wiknjosastro, "Bila penelitian ini diangkat ke ruang lingkup yang lebih luas, dapat diasumsikan bahwa permasalahan yang dialami perempuan petani di Brebes kurang lebih sama untuk perempuan petani di Indonesia pada umumnya."

Menurut data BPS 2007, diperkirakan sekitar 13 juta perempuan bekerja di sektor pertanian. Dengan risiko mengalami riwayat reproduksi yang sama buruknya, kata Prof Gulardi, maka hal ini akan berdampak sangat luas bagi status kesehatan ibu maupun masalah ekonomi secara nasional.

Metode skoring diadaptasi dari metode kuantitatif untuk menilai paparan pestisida dengan penggunaan kuisioner wawancara. Metode ini telah digunakan dalam penelitian lanjutan untuk mengetahui pengaruh pajanan pestisida terhadap berbagai penyakit kronik, seperti kanker dan penyakit paru pada 58.000 petani di Amerika Serikat

Kolesterol Tinggi? Rubah Gaya Hidup Anda!

Kolesterol tinggi banyak diderita oleh penduduk perkotaan. Pola makan berlemak, gaya hidup tidak sehat, kesibukan kerja, banyak menyumbang peranan di dalam peningkatan kolesterol. Penyebab kolesterol tinggi sebenarnya adalah pola makan berlebihan, dalam hal ini terutama yang mengandung lemak jenuh seperti daging, susu, keju, mentega, dan kuning telur. Kolesterol tinggi dapat diturunkan secara genetik, disebut familial hypercholesterolemia. Selain itu, semakin tua usia seseorang maka kolesterol LDL berkecenderungan meningkat terutama pada wanita menopause.





Menurunkan kadar LDL dan kolesterol total dapat dilakukan dengan metode sederhana:

  1. Mengubah pola makan dengan mengurangi makanan tinggi lemak jenuh
  2. Menurunkan berat badan karena overweight dapat menyebabkan peningkatan LDL, berkurangnya HDL, dan peningkatan kadar kolesterol total
  3. Berolahraga
  4. Hentikan merokok(LDL-kolesterol jahat / HDL-kolesterol baik)

Perubahan pola hidup ini juga dapat menurunkan risiko diabetes dan tekanan darah tinggi. Kontrol kolesterol teratur sebaiknya dilakukan. Pada usia > 20 tahun, kadar kolesterol sebaiknya diukur setidaknya sekali dalam 5 tahun yang mencakup kadar total kolesterol, LDL, HDL, dan trigliserida. Kadar optimal lipoprotein:


  • Kolesterol total <>
  • LDL <>
  • HDL ≥ 60 mg/dl
  • Trigliserida <>
Makanan rendah kolesterol diantaranya:
  • Ikan, unggas (ayam, bebek) tanpa kulit, dan potongan daging yang tidak mengandung lemak. Makanan dimasak dengan cara dibakar, dipanggang, atau direbus lebih baik dari pada digoreng
  • Hindari makanan jadi seperti sosis, bacon, salami. Batasi jenis makanan jerohan seperti hati, ginjal, otak
  • Gunakan susu, keju, yogurt rendah lemak. Gunakan margarin yang rendah lemak dibandingkan mentega. Batasi kuning telur, putih telur dapat dimakan bebas
  • Makan sayuran dan buah potong (jangan dijus) serta bahan makanan yang terbuat dari gandum seperti oatmeal, roti gandum
  • Makanan seperti bawang mentah, salmon, almond, minyak zaitun, alpokat dianjurkan
  • Banyak makan makanan yang mengandung vitamin C (pepaya, anggur, jeruk, brokoli) dan vitamin E (gandum, almond, kacang tanah)
Olahraga yang sebaiknya dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol adalah :
  • Olahraga minimal 30 menit sehari, setiap hari•Olahraga ringan atau sedang asalkan dilakukan secara rutin dapat berpengaruh baik terhadap kadar kolesterol
  • Olahraga yang dianjurkan seperti joging, berenang, berjalan cepat, dan bersepeda
  • Jangan lupa untuk kontrol kondisi tubuh ke dokter sebelum memulai olahraga

Obat untuk menurunkan kadar kolesterol diperlukan apabila perubahan gaya hidup tidak menunjukkan adanya perubahan. Akan tetapi pemakaian obat untuk menurunkan kolesterol seiring dilakukan dengan perubahan gaya hidup dan di bawah pengawasan dokter. Tujuan utama terapi kolesterol ini adalah menurunkan kadar LDL sehingga menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Jenis obat untuk menurunkan kadar kolesterol diantaranya golongan statin, niasin, dan fibrat.

Kolesterol?? Kenapa harus takut.

Mendengar kata kolesterol yang terbayang pastilah berbagai penyakit yang mengintai di belakangnya seperti penyakit jantung koroner, darah tinggi, hingga stroke. Benarkah kolesterol itu jahat dan harus di hindari?
Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu kompenen lemak yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.
secara normal kolesterol diproduksi oleh tubuh dalam jumlah tertentu dan memiliki manfaat antara lain :
  • Untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh
  • Sebagai bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid. jumlah kolesterol dalam darah meningkat sesuai dengan apa yang kita makan terutama makanan yang mengandung lemak hewani.
kolesterol mengali dalam tubuh melalui aliran darah dengan proses yang tidak sederhana. Karena itu tubuh mengemas kolesterol dalam partikel lipoprotein (lipid dan protein) yang mudah bercampur dalam darah. Sesuai tugasnya ada dua jenis lipoprotein yaitu Low Density Lopoprotein (LDL) dan High Density Lipoprotein (HDL). LDL memiliki partikel tinggi lemak dan rendah protein, bertugas menjadi pembawa kolesterol dari darah ke bagian-bagian tubuh yang membutuhkan.

Kebalikan dari LDL, HDL bertugas membersihkan kelebihan kolesterol dalam tubuh dengan mengambilnya dari sel dan dibawa ke hati untuk dipecahkan dan dikeluarkan. Tingginya kadar HDL dalam darah mencegah terjadinya penumpukan LDL sehingga memperkecil terjadinya resiko penyakit seperti jantung. Karena itulah HDL dikenal dengan kolesterol baik. Meski baik, HDL tetap harus dipantau kadarnya, karena apabila kadar HDL terlalu tinggi beberapa penelitan terbaru menunjukan adanya resiko yang dapat menyebabkan stroke.